Industri otomotif Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta bahwa Indonesia telah memproduksi mobil sendiri yang kualitasnya tidak kalah dengan negara lain seperti Amerika serikat,Jerman,Perancis dan Jepang.
Beberapa merek dan model mobil yang berhasil diproduksi oleh anak-anak lokal. Contoh merek mobil buatan Indonesia adalah Esemka yang sudah terkenal selama bertahun-tahun. Tak hanya dijual di pasar dalam negeri, mobil asal Solo ini juga diekspor ke mancanegara. Mobil buatan Indonesia tidak terbatas pada mobil berbahan bakar solar saja. Namun, beberapa diantaranya merupakan kendaraan listrik dengan teknologi yang tidak kalah dengan kendaraan listrik produksi pabrik luar negeri.Berikut 10 Daftar mobil buatan indonesia yang tidak kalah hebat dengan mobil dari negara lain:
1.ESEMKA
Esemka adalah salah satu mobil asli buatan Indonesia yang dibuat oleh perusahaan otomotif PT Solo Manufaktur Kreasi dengan pabrik berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah. Esemka sendiri merupakan nama mobil buatan Indonesia yang diambil dari kata “SMK”, dimana mobil ini sebenarnya diciptakan oleh siswa SMK dengan tujuan untuk mengembangkan industri otomotif dalam negeri. Saat ini kendaraan Esemka memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 unit per tahun. Dalam sebulan, Esemka bisa memproduksi 10 mobil SUV dan minivan. Suku cadang kendaraan diproduksi oleh PT INKA dan Pertamina. Apalagi, proses produksi lini mobil ini terus menerus menggunakan sumber daya manusia dalam negeri.
Pada tahun 2019 mobil Esemka diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Mobil ini memiliki dua varian yaitu Esemka Bima 1.3L dan Esemka Bima 1.2L.Dari segi harga, mobil Esemka dibanderol sekitar Rp95 juta/unit. Meski merupakan mobil asli buatan Indonesia, Esemka tidak mungkin disebut sebagai mobil nasional. Memang, pengelolaan mobil disediakan sepenuhnya oleh pihak swasta.
2.MAHESA
Mobil original berikutnya yang akan diproduksi di Indonesia adalah Mahesa. Kendaraan ini memiliki 3 varian yaitu double cabin, pikap dan satunya lagi merupakan kendaraan pertanian yang didesain khusus untuk kenyamanan para petani membajak.
Mobil Mahesa dibangun oleh pria bernama Sukiyat dan merupakan mobil pertama buatan Indonesia yang menggunakan sistem PTO (power take off). Sistem ini memiliki kemampuan untuk terhubung langsung dengan mesin pertanian agar petani dapat membajak sawah dengan nyaman.
Mahesa memakai konsep mobil pedesaan dengan menggunakan mesin diesel 1 piston, berkapasitas 650cc. Mobil tersebut mampu mencapai kecepatan 55 km/jam dengan penggunaan bahan bakar yang cukup irit, khusus 1 liter bisa menempuh jarak 30 km. Mobil Mahesa dibanderol Rp 50 juta – Rp 70 juta.
3.KANCIL
Bagi Anda yang berdomisili di wilayah Jakarta pasti sudah tidak asing lagi dengan mobil Kancil. Kendaraan ini merupakan angkutan umum yang diciptakan untuk menggantikan bajaj dan bemo lama di kawasan Jakarta. Kancil bukanlah mobil buatan Indonesia yang baru dibuat. Mobil ini diluncurkan pada tahun 1999 oleh PT Karunia Abadi Niaga Citra Indonesia Lestari. Nama Kancil sendiri merupakan singkatan dari Little Irit Agile Commercial Vehicle.
Meski bukan mobil global buatan Indonesia, Kancil bisa menjadi pilihan kendaraan pribadi yang terjangkau. Mobil kecil ini harganya sekitar Rp 17 juta, setara dengan harga motor. Soal mesin, mobil Kancil menggunakan mesin 404 cc dengan torsi 28 Nm pada 2500 rpm. Meski sebelumnya proyek mobil tersebut sempat terhenti karena tidak lulus uji appraisal Kementerian Perhubungan, kini mobil Kancil sudah bisa nyaman digunakan sebagai kendaraan pribadi berplat nomor hitam.
4.TIMOR
Pada tahun 90-an, Indonesia juga memproduksi mobil bernama Timor. Proyek otomotif ini dikerjakan oleh PT Timor Putra Nasional dan mendapat dukungan dari Presiden Soeharto saat itu. Saham terbesar PT Timor Putra Nasional dimiliki oleh Tommy Soeharto atau anak presiden petahana saat itu. Saat itu, Timor merupakan proyek mobil nasional yang paling banyak dibiayai. Padahal, proyek produksi mobil ini direncanakan menjadi sumber dana bagi pengembangan industri mobil dalam negeri sebagaimana tertuang dalam Inpres No. 2 Tahun 1996.
Meski direncanakan matang, proyek mobil sport buatan Indonesia ini sayangnya harus terhenti. Pasalnya, mendapat tentangan keras dari industri otomotif global seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa. Adanya krisis mata uang dan tumbangnya Presiden Soeharto juga menjadi alasan mengapa proyek otomotif ini dihentikan dan tidak dilanjutkan hingga sekarang.
5.AMMDes
AMMDes juga menjadi salah satu mobil buatan Indonesia terbaru yang masuk pasar mancanegara. Nama AMMDes sendiri berarti pedesaan multi-alat. Kendaraan AMMDes diciptakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi di pedesaan. Mobil ini didesain dengan gaya semi medan, tangguh di segala medan, sehingga sangat cocok untuk jalanan pedesaan yang sering bergelombang dan berbatu.
Untuk menunjang performa, mobil ini memiliki mesin diesel berkekuatan 14 tenaga kuda yang disalurkan ke sistem penggerak roda belakang. Kendaraan ini juga lebih difokuskan pada bagian pegas karena tujuan utamanya adalah untuk mengangkut barang yang mampu menahan beban hingga 700 kg.
Sejak debutnya pada tahun 2018 lalu di ajang GIIAS, mobil ini sudah terjual puluhan ribu unit. Tidak hanya diminta oleh masyarakat Indonesia, AMMDes juga diekspor ke berbagai negara antara lain Nigeria dan Afrika Barat. Pada tahun 2020, perusahaan mobil ternama dunia buatan Indonesia ini telah mendaftarkan lebih dari 10.000 mobil untuk diekspor dalam waktu 5 tahun.
6.MALEO
Maleo adalah mobil asli buatan Indonesia yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1993. Pengembangnya adalah Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang bermitra dengan perusahaan mobil Inggris Rover. Untuk proses produksinya, mobil Maleo menggunakan komponen yang sepenuhnya dipasok dari Indonesia. Namun, teknologinya masih beradaptasi dengan Rover. Mobil ini memiliki panjang 3,5 meter, tinggi 1,3 meter, bermesin 1.200 cc 3 silinder. Presiden Indonesia ke 3 B.J. Habibie juga terlibat dalam majelis Maleo.
Mobil sedan yang satu ini memliki 11 model hingga tahun 1997. Rencananya mobil ini akan dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 25 juta - Rp 30 juta. Namun proyek mobil Maleo harus dihentikan karena krisis mata uang dan proyek mobil Timor.
7.GEA
GEA adalah salah satu kendaraan buatan Indonesia yang diluncurkan oleh BUMN PT INKA. Nama GEA sendiri merupakan singkatan dari Rolling Alternative Energy. Kendaraan ini ditenagai oleh mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional) yang merupakan proyek BPPT. Mobil GEA menggunakan mesin 2 silinder, berkapasitas 640cc dan bahan bakar yang digunakan adalah bensin.
GEA merupakan city car yang diperkirakan akan dijual sekitar Rp 45 juta – Rp 50 juta. Namun, seperti proyek otomotif lainnya, proyek otomotif ini juga mandek dan tidak akan pernah terjawab.
8.TAWON
Tawon adalah jenis kendaraan bergerak yang juga diproduksi di Indonesia. Model terbaru buatan Indonesia ini sedang dirakit oleh PT Super Grasindo Jaya mulai 2021. Mobil Tawon menggunakan mesin 650 cc, sehingga mampu bersaing dengan mobil murah ramah lingkungan (LCGC).
Mobil Tawon sendiri merupakan kreasi siswa SMK dari daerah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Namun sayang, mobil seharga Rp 43 juta – Rp 63 juta itu sudah tidak terdengar lagi.
9.TUCUXI
Tucuxi adalah salah satu mobil listrik buatan Indonesia yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2012. Mobil ini digagas oleh Menteri BUMN saat itu Dahlan Iskan berkat bantuan Ricky Elson yang baik dari Institut Teknologi Sepuluh November dan University of Michigan.
Desain mobil Tucuxi memiliki bentuk lumba-lumba dimana bagian depan mobil berbentuk oval. Mobil ini memiliki kecepatan hingga 200 km/jam dengan jangkauan maksimal 400 km. Soal mesin, mobil listrik ini memiliki tenaga sebesar 268 tenaga kuda. Namun, proyek mobil ini harus dihentikan karena gagal dalam uji emisi.
10.BETA 97
Beta 97 juga salah satu kendaraan yang diproduksi di dalam negeri di luar merek Esemka Indonesia. Mobil ini dikembangkan oleh PT Bakrie Motor, namun proyek tersebut harus dihentikan karena krisis mata uang di Indonesia.
Sebelum proyek dihentikan, sebenarnya mobil Beta 97 lolos sejumlah tes. Diantaranya adalah body test, suspension test, avionic test dan vibration resistance test. Pengujian sudah berlangsung selama 9 bulan, namun sayangnya proyek otomotif ini harus dihentikan.

Komentar
Posting Komentar