Dyspnea(Sesak Nafas) adalah suatu kondisi yang terjadi saat bernapas sulit, tidak nyaman, atau cepat. Hal ini karena suplai oksigen tubuh berkurang, sehingga beberapa bagian tubuh seperti paru-paru, otot dinding bagian dalam, dan diafragma harus bekerja lebih keras untuk bernapas.Respirasi adalah tindakan menarik oksigen dari udara luar melalui mulut atau hidung. Oksigen kemudian mencapai paru-paru dan kemudian paru-paru memompa oksigen ke seluruh tubuh untuk melakukan aktivitas. Sisa oksigen dilepaskan dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Sesak napas, atau dyspnea dalam istilah medis, merupakan respon alami saat tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi.
Sesak napas dapat terjadi pada orang sehat seperti orang gemuk yang mengalami kesulitan bernapas, orang yang berlari atau berjalan cepat, stres dan ketakutan, orang dewasa yang lebih tua, dan wanita hamil. Kondisi ini biasa terjadi dan tidak berbahaya karena melakukan sesuatu yang membutuhkan tenaga dan tenaga fisik. Tetapi ada juga kesulitan bernafas pada pasien. Nah, itu yang perlu Anda perhatikan karena biasanya sesak napas merupakan gejala dari beberapa penyakit.
Untuk mengenali sesak napas yang berbahaya, Anda harus terlebih dahulu mengenali keadaan tubuh Anda secara keseluruhan, sehat atau sakit. Manusia dapat bernapas 12-20 kali/menit jika mengalami penyakit tertentu. Namun, laju pernapasan rata-rata pada orang sehat dengan penyakit tertentu adalah 12 hingga 14 kali per menit.
Selain itu, gagal napas seseorang dianggap berbahaya jika bernapas 15 kali/menit. Klasifikasi gagal napas adalah sebagai berikut:
* 15-20 kali per menit:gagal napas ringan
* 20-25 kali per menit:gagal napas sedang
* 25-30 kali per menit:kegagalan pernafasan yang parah, mungkin berhenti bernapas
Penyakit Sesak napas dapat dikategorikan berbahaya jika disertai batuk, demam, nyeri dada, dan pembesaran amandel. Segera pergi ke rumah sakit jika Anda sakit dan bernapas lebih dari 15 kali per menit, segera bawa bayi Anda ke rumah sakit.Ada banyak hal yang dapat menyebabkan sesak napas. Selain fenomena alam, sesak napas juga bisa menjadi gejala dari sejumlah kondisi kesehatan, namun seringkali berasal dari masalah paru-paru atau kardiovaskular (terkait jantung). Sesak napas yang tiba-tiba dapat mengindikasikan sesuatu yang cukup serius sehingga memerlukan perhatian medis segera.
Sesak napas dapat disebabkan oleh saluran udara yang meradang dan menyempit, atau karena saluran udara dipenuhi dahak, sehingga mempersulit udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. Paru-paru kaku dan kurang elastis, membuatnya lebih sulit untuk mengembang dan terisi udara.
Berikut kondisi paru-paru yang dapat menyebabkan sesak nafas jangka pendek atau akut:
* Serangan Asma
* Emboli paru atau bekuan darah di paru-paru
* Infeksi paru-paru seperti pneumonia atau tuberkulosis
* Pneumotoraks atau atelektasis
* Penumpukan cairan di paru-paru atau selaput paru-paru bisa disebabkan karena jantung tidak dapat memompa darah secara efisien atau dari penyakit hati, kanker, atau infeksi.
Berikut kondisi paru-paru yang dapat menyebabkan sesak nafas jangka panjang atau kronis:
* Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
* Penyakit paru interstisial (IPD) atau penyakit paru interstisial seperti fibrosis paru dan sarkoidosis
* Bronkiektasis
* Penyakit paru-paru industri atau pekerjaan seperti asbestosis, yang disebabkan oleh paparan asbes
* Kanker paru-paru
Sebagian orang mungkin pernah mengalami sesak napas terus-menerus karena masalah jantung. Jika penyebab sesak nafas adalah masalah jantung, biasanya terjadi secara tiba-tiba. Selanjutnya, sesak napas semakin parah saat Anda berbaring telentang di malam hari atau saat tidur. Kondisi jantung yang menyebabkan sesak napas adalah:Tamponade jantung (kelebihan cairan di sekitar jantung),Gagal jantung,Serangan jantung,Aritmia (aritmia).
Rasa cemas dan Rasa takut dapat menyebabkan sesak napas secara tiba-tiba. Ini adalah reaksi normal karena Anda mungkin mulai bernapas lebih cepat dan otot pernapasan Anda akan menegang. Namun sesak napas bisa berbahaya jika disebabkan oleh perasaan cemas berlebihan atau serangan panik. Serangan panik bisa sangat menakutkan ketika Anda merasa seperti tidak bisa bernapas.
Berikut ini ada beberapa penyebab sesak nafas lainnya,yaitu:
* Kelebihan berat badan atau obesitas, karena membutuhkan lebih banyak usaha untuk bernapas atau bergerak. Obesitas juga dapat mengembangkan sindrom hipoventilasi obesitas, yaitu kadar oksigen yang lebih rendah dan kadar karbon dioksida darah yang lebih tinggi karena pengaturan pernapasan yang buruk
* Menjadi kurus karena juga melemahkan otot pernafasan.
* Kebiasaan merokok
* Kondisi yang memengaruhi fungsi otot, seperti distrofi otot, miastenia gravis, atau penyakit neuron motorik.
* Kondisi postural yang mengubah bentuk tulang belakang dan memengaruhi tulang rusuk serta perkembangan paru-paru, seperti skoliosis dan kifosis.
* Anemia, ketika tubuh kekurangan zat besi menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah.
* Penyakit Ginjal
* Penyakit Tiroid
Berikut tindakan pertolongan pertama untuk sesak napas yang dapat Anda lakukan saat merasa sangat sesak napas:
* Cobalah untuk tetap tenang.
* Hubungi layanan darurat atau dokter Anda sendiri jika sesak napas semakin parah dan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
* Gunakan inhaler jika Anda menderita asma.
* Gunakan oksigen jika sudah terbiasa.
* Berhentilah merokok jika Anda seorang perokok.
* Kelola berat badan Anda untuk tetap pada tingkat yang ideal.
* Berlatih teknik kontrol pernapasan.
Ada beberapa teknik pengendalian pernapasan yang dapat membantu meredakan sesak napas, yaitu sebagai berikut:
* Santai, pelan-pelan, tarik napas dalam-dalam:Tarik napas dengan lembut melalui hidung dan buang napas melalui hidung dan mulut.Cobalah untuk tetap santai dan tenang.
* Pernapasan cepat dapat membantu meredakan sesak napas saat berjalan cepat atau menaiki tangga. Cobalah bernapas secara ritmis dengan kecepatan yang sesuai untuk Anda.
* Pernapasan terkontrol, yang melibatkan penggunaan diafragma dan otot dada bagian bawah untuk bernapas, bukan otot dada bagian atas dan bahu. Bernapaslah perlahan dan jaga agar otot bahu dan dada bagian atas tetap rileks.
* Sediakan barang-barang yang Anda gunakan setiap hari agar mudah dijangkau. Cobalah untuk tetap aktif, tetapi istirahatlah saat Anda merasa sesak napas, lalu mulai lagi.
* Gunakan berbagai posisi duduk dan berdiri yang nyaman saat Anda merasa sesak napas.
Jika sesak napas tidak kunjung membaik meski dengan tindakan tersebut, segera pergi ke rumah sakit.Dokter akan lebih mengerti dan paham untuk menangani Penyakit sesak nafas ini.

Komentar
Posting Komentar